Nur Maiza
Nur Maiza
Senin, 30 Januari 2017
Sabtu, 21 Januari 2017
Lirik Sholawat Zaairor Roudloti Laa Tansa
Oleh : Imam Muda An-Nur Al-Maiza
Teks Syair Qasidah Lirik Zaairor Roudloti Laa Tansa
زائر الروضة لا تنس
تبليغ سلامی سلامی
Zâ-iror-roudloti lâ tansa tablîgho salâmî salâmî
للنبي القرشي العربي ~ ياعينی
Linnabiyyil qurosyiyyil-’Arobiyy Yâ ‘ainî
وابك عن قلب
بإنشاد وأنعام
Wabki ‘an qolbi bi insyâdin wa an’âmin
إن دخلت مقام الهادی
فابدء السلام
In dakholta maqômal hâdî fabda-is-salâm
ثم قف بجوار الباب
وقفة احترام
Tsumma qif bijiwâril-bâbi waqfata-htirôm
ثم قل يارب بأحمد
أحسن الختام
Tsumma qul yâ robbi bi Ahmad ahsinil khitâm
والنسائم ذات الطيب
فى المقام تفوح
Wannasâ-imu dzâtuth-thîbi fîl maqômi tafûh
وشدا فيها ~ وفيها
راحة للروح
Wa syadâ fîhâ wa fîhâ rôhatun lirrûhi
هل إليها من وصول
يسعد المجروح
Hal ilaihâ min wushûlin yus’idul majrûh
قرب روضة هذه الأمة
تحصل البرگات
Qurba roudloti hâdzihil ummah tahshulul barokât
نعم خير الخلق جارا
نعمت البرگات
Ni’ma khoiril kholqi jârôn ni’matil barokât
هل إليها من وصول
يسعد المجروح
Hal ilaihâ min wushûlin yus’idul majrûh
Selasa, 17 Januari 2017
Kiat Bahagia
ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Mendengar setiap doa-doa kita, senantiasa melimpahkan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang istiqomah. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Saudaraku, kita tentu amat mendambakan hidup yang bahagia. Setiap orang berupaya sekuat tenaga memperoleh kebahagian, meski ukuran kebahagiaan itu setiap orang berbeda. Ada yang meyakini bahagia jika kaya raya. Ada yang meyakini bahagia jika namanya populer. Dan, masih banyak lagi urusan duniawi yang dijadikan ukuran bahagia oleh manusia.
Namun, pada kenyataannya segala ukuran duniawi itu tidaklah bisa menjamin kebahagiaan. Banyak orang kaya raya malah menjadi resah gelisah menjaga kekayaannya, takut kekayaannya berkurang atau dicuri orang. Banyak juga orang yang populer namun popularitasnya malah membuatnya stress karena sulit sekali memiliki ruang privasi.
Mengapa demikian? Karena bahagia itu di dalam hati. Menumbuhkan kebahagiaan itu harus dengan nutrisi-nutrisi hati. Kebahagiaan akan terasa manakala hati luas, dada lapang sehingga menghadapi masalah sebesar apapun, kita selalu bisa menampungnya. Dan, hanya Allah Swt. yang kuasa memberikan kebahagiaan pada hati kita. Sehingga meraih kebahagiaan mutlak perlu dijemput dengan cara-cara yang Allah sukai.
Di antara sekian banyak perbuatan yang disukai Allah dan bisa menumbuhkan kebahagiaan dalam hati kita adalah beberapa kiat berikut ini.
Pertama,berterimakasih dan tak mengharap balas budi. Senang berterimakasih atas sekecil apapun kebaikan orang lain terhadap diri kita adalah pengundang rasa bahagia. Berterimakasih adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah Swt. Semakin kita bersyukur akan semakin Allah limpahkan banyak pertolongan bagi kita dari berbagai arah yang tiada kita duga.
Rasululloh Saw bersabda,“Barangsiapa yang tidak bersyukur (bertermakasih) kepada manusia maka ia tidak bersyukur kepada Allah Swt.”(HR. Tirmidzi)
Orang yang berbahagia juga pantang berharap pamrih dari orang yang ia bantu. Ia tidak mengharapkan balas budi. Ia membantu karena ia mampu membantu dan ia yakin Allah Swt menyukai hamba-Nya yang membantu sesama. Karena ia tidak mengharapkan apapun pada manusia, maka tidak ada beban di dalam hatinya. Keyakinannya kepada Allah dan sikap berharap hanya kepada Allah justru akan meringankan dan menggembirakan hatinya.
Kedua,meminta maaf dan memaafkan. Segeralah meminta maaf dengan tulus atas kesalahan sekecil apapun. Dan, maafkanlah kesalahan orang lain kepada kita, sebesar apapun kesalahan itu, baik diminta maupun tidak permaafan itu. Niatkanlahlillahi taalaketika memaafkan, agar tiada dendam dan kekecewaan. Dan, memaafkan adalah bagian dari pribadi yang bertakwa kepada Allah Swt.
Allah Swt. berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”(QS. Ali Imron [3] : 133-134)
Demikianlah saudaraku, kiat-kiat agar memiliki hati yang lapang. Semoga kita menjadi orang-orang yang berbahagia secara hakiki. Kebahagiaan yang dilimpahkan oleh Allah Swt. kepada kita.Aamiin yaa Robbal aallamiin
Senin, 16 Januari 2017
Profil Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin Jetis
catatan sang santri
PROFIL
& SEJARAH SINGKAT
PONDOK
PESANTREN RAUDLATUT THOLIBIN
Menurut
beberapa sumber sejarah yang ada, pondok ini mulai didirikan atau dirintis
mulai tahun 1937 M oleh Simbah KH. M. Danusyiri yang berasal dari Dusun Petak
Desa Sidoharjo Kec. Susukan Kab. Semarang.
Beliau
adalah salah satu santri senior dari Simbah KH. Abdul Djalil Petak, yaitu salah
satu waliyullah yang ada
diwilayah Kec. Susukan pada waktu itu, yang wafat pada tahun 1916 M.
Awal
mula kedatangan Simbah KH. M. Danusiri di Dusun Jetis yang dulunya bernama
Dusun Tluko, yang pada waktu itu masih
berupa semak belukar yaitu dengan membeli sebidang tanah yang kemudian
didirikan sebuah rumah kecil ditempat tersebut tahun 1930 M.
Setelah
itu beliau mendirikan sebuah musholla sebagai sarana untuk mengajarkan
Al-Qur’an dan berda’wah. Kemudian lama-kelamaan
keberadaan beliau tercium dan diketahui oleh masyarakat, berangkat dari
situ, maka semakin banyak orang yang ingin mengaji kepada beliau, kebanyakan
dari mereka adalah santri laju (datang dan pulang), artinya mereka datang
ketika akan mengaji dan setelah selesai mengaji kemudian kembali lagi ke rumah
masing-masing.
Selang
tujuh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1937 M, beliau mendirikan sebuah
pondok sederhana yang terbuat dari bahan kayu dan bambu dengan model gedak (red.
panggung), sebagai tempat para
santri yang mengaji dan berkeinginan tinggal atau menetap.
Atas
Ridlo dan Fadlol Allah Swt satu tahun kemudian tepatnya pada tahun 1938 M
beliau dapat merehap dan menjadikannya sebagai sebuah pondok dengan model rumah
pendopo yang digunakan beliau untuk mengajarkan Al-Qur’an dan ilmu-ilmu
syari’at agama kepada para santri. Dan mulai inilah awal mula dari timbulnya
system pengajaran dengan menggunakan metode klasikal / madrasah.
Semakin
lama beliau ditempat tersebut, maka perkembangan dakwah bukan hanya sebatas
daerah tersebut, bahkan sampai keluar daerah untuk menyebarluaskan pengetahuan
tentang agama kepada masyarakat luas supaya masyarakat bisa memahami arti
pentingnya ilmu agama dan memahami tata cara beribadah yang benar kepada Allah
swt.
Dua
tahun kemudian, tepatnya tanggal 21 Februari 1940 M (bukti tertera pada sebuah
ompak atau alas tiang masjid yang masih sampai sekarang) bersama para santri
dan masyarakat beliau membangun sebuah masjid sebagai tempat beribadah kepada
Allah Swt yang mana tempatnya bersebelahan dengan lokasi pondok pesantren dan
masjid tersebut di beri nama Masjid Jami’ Al-Muayyad.
Dalam
kurun waktu sekitar 66 tahun, keaslian bangunan masjid tersebut masih dapat
dipertahankan walaupun sudah tidak 100 %, sehingga ahirnya pada
pertengahan tahun 2006 M, dengan mempertimbangkan beberapa
faktor yang ada, ahirnya masjid tersebut direnovasi dengan bentuk dan model
yang baru. Walaupun demikian, masih ada dari bagian-bagian masjid
asli yang masih ditampilkan pada
salah satu bagian bangunan masjid yang
baru untuk menjaga keutuhannya dan sebagai fakta dari bukti sejarah peninggalan
dari Al-Maghfurlah Simbah KH. M.
Danusyiri.
Demikian
sejarah singkat tentang Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin Dusun Jetis
Desa Gentan Kec. Susukan Kab. Semarang, semoga bermanfaat. Amien. Wa-Allahu
a’lam bish-showab.
SEKILAS
PANDANG
PONDOK
PESANTREN RAUDLATUT THOLIBIN
Lokasi
Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin tepatnya berlokasi di
Jl. Kr. Gede-Sruwen 7 km,
Dusun Jetis Desa Gentan Kec. Susukan Kab. Semarang Prov. Jawa Tengah dengan Nomor
Statistik Pesantren : 51033322018 dan Nomor HP. Pesantren : 085 229 316 676.
Visi dan Misi
- Visi :
Visi yang utama adalah Nasrul ‘ilmi ’alaa ahlissunnati wal-jamaa’ati kepada
masyarakat dan atau santri serta tafaqquh
wa-ta’ammuq fiddien.
- Misi : Mengajarkan dan
menerapkan sekaligus mengamalkan ajaran Rasulullah Saw
pada kehidupan sehari-hari melalui berbagai media dakwah dengan
berdasarkan
landasan term “ud’u ilaa sabiili robbika bil-khikmati wal-mau’dzotil
khasanati
wajaadilhum bil-latii hiya ahsan”.
Prioritas
Disamping mempunyai Madrasah Diniyah dengan Nomor
Statistik Madrasah : 311203220034 untuk mewujudkan visi
dan misi diatas, Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin mempunyai fasilitas
diantaranya : 1. Koprasi 2. Tatabusana 3. Tataboga 4. Sablon 5. Komputer dll,
yang semuanya diperuntukan santri sebagai bekal life skill apabila kembali ke
masyarakat sehingga mereka tidak hanya menguasai ilmu agama akan tetapi juga
ilmu yang lain disamping juga kami menyelenggarakan program Pemerintah WAJAR
DIKDAS yang setara dengan SMP / MTs.
Periode
Dari berdirinya, Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin
sampai sekarang telah berlangsung empat kali periode, yaitu :
1. Periode pertama diasuh
oleh pendirinya yaitu KH. M. Danusyiri dari tahun 1937 s/d 1964.
2. Periode kedua
diteruskan putranya yaitu KH. Thoha Danusyiri dari tahun 1964 s/d 1982.
3. Periode ketiga
dilanjutkan oleh KH. Muh. Mubarok Thoha (cucu dari pendiri) dari tahun 1982 s/d
2008.
4. Periode keempat
dilanjutkan oleh K. Muh. Rozi Thoha (adik dari K.H. M. Mubarok Thoha) dan K. M.
Ulin Nuha dari tahun 2008 sampai sekarang.
Pondok Pesantren Juga telah berkembang menjadi tiga, yaitu :
1.
Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin I di Jetis Selatan
Desa Gentan diasuh oleh K. Muh. Rozi Thoha dan K. M. Ulin Nuha.
2.
Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin II di Jetis Utara
Desa Gentan diasuh oleh K. M. Zaid Zuhdi.
3.
Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin III di Dusun Gumuk
Desa Gentan diasuh oleh K. Munawari Al-Hafidz.
Penutup
Seiring dengan perkembangan zaman pada era globalisasi
yang mau tidak mau untuk bisa membuat inovasi-inovasi baru dalam
perkembangannya, Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin terbuka dan menerima
budaya-budaya baru yang positif dengan berbijak pada dasar “almuhaafadzitu
‘alal qodiimishshoolikh wal-akhdzu bil-jadiidil ashlakh”, yaitu melestarikan
budaya/tradisi lama yang masih baik dan mengakomodir budaya/tradisi baru yang
sekiranya lebih baik. Dengan harapan semoga Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin
exsis hingga yaumil qiyamah ’ala aqiidati ahlis sunnati wal-jama’ati. Amien ya robbal alamien.
Untuk mu Yang di Pilihkan Allah Untuk Ku
Oleh : Imam Muda An-Nur Al-Maiza
Kau yang ku kasihi demi Apa yang ku percaya
Telah lama hati ini memujamu dalam bayangan yang tak jelas
Tak tahu dimana Allah menyembunyikanmu dariku
Oh, bukan dariku tapi untukku
Allah menyembunyikanmu untukku
Karena waktu ini belum lagi tepat untuk sebuah pertemuan yang
suci
Mungkin Allah ingin mengajari aku sabar
Atau hal lain yang belum aku mengerti
Meski terlalu sering aku mengkhawatirkanmu dalam gelap malam
Dan tak tentunya hidup
Namun sedapat mungkin aku jelaskan pada diri yang bodoh ini
Allah lebih pandai menjaga darinya
Mungkin kau jauh
Atau dekat namun tak terlihat
Atau bahkan tak terbayangkan olehku itu kau
Allah sangat pandai menyembunyikanmu untukku
Yach, untukku
Mungkin Allah sedang memupuk rinduku untukmu
Atau hal lain yang belum aku mengerti maksudnya
Tapi,
Wahai kau yang dipilihkan Allah untukku
Terimakasih untuk kesabaranmu menanti
Meski dalam ketidak-pastian duniawi
Tetaplah menanti di atas menara kesabaran itu
Karena hanya alasan Allah kita masih bertahan begini.
Minggu, 15 Januari 2017
Langganan:
Postingan (Atom)




